Tampilkan postingan dengan label 'Pie Eitch'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 'Pie Eitch'. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Agustus 2012

Karena Cinta Itu Sempurna


Karena Cinta Itu Sempurna adalah judul sebuah novel yang sederhana tapi istimewa, pengarang novel tersebut adalah seorang skolioser yang sangat istimewa. Kak Indi atau biasa di panggil Indi memberikan sisi lain bagaimana seorang skolioser bisa  memiliki segalanya dan menjadi pemenang dengan cara ia melihat dunia dengan senyum yang ceria.


Hari ini aku beli novel Karena Cinta Sempurna yang bersampul imut tapi berisi sesuatu yang membuat ku tersentuh. Membuat ku tidak menyesal karena aku terlahir sebagai gadis yang memiliki kelainan pada tulang belakang miring ke kanan atau ke kiri atau biasa disebut skoliosis. Aku yang semula lupa dan sering memikirkan bahwa, mereka orang yang sempurna tak pernah bisa mengerti aku. Bahkan orangtua, aku anggap tak pernah mengerti bagaimana aku karena mereka tak pernah menjadi seperti diriku. Mereka tak pernah menjadi seorang dengan kelainan tulang belakang. Aku benci sekali dengan orang yang sok dewasa dan bilang bahwa mereka mengerti aku lebih dari diri ku sendiri. Siapa mereka? Orang yang melahirkan ku, orang yang paling berharga dan paling  aku cintai di dunia saja tak pernah bisa mengerti aku. Tapi setelah membaca novel Karena Cinta Itu Sempurna, aku jadi melihat dari sudut pandang yang berbeda. Membaca kisah Kak Indi yang dikeliling begitu banyak orang yang mencintainya membuat ku sangat iri. Tapi lagi-lagi pendapat ku salah, aku tidak perlu iri karena aku juga memiliki mereka, orang yang menyayangi ku tapi aku belum sadar dan aku terlalu egois untuk membuka mata.

Membaca novel Karena Cinta Itu Sempurna memberikan tebaran rasa manis dan sedikit pahit di hati. Rasa manis saat Kak Indi menulis bahwa perbedaan kami (skolioser) hanya tidak boleh berlari dan melompat, hanya itu saja, kami masih bisa seperti orang lain. Hal-hal manis masih banyak terumbar di novel manis yang di tulis penuh dengan kata-kata seperti coklat, manis yang tidak berlebihan. Aku paling suka kata-kata Kak Mika untuk Kak Indi, manis sekali:

"Ia pantas mendapatkan itu, Sugar. Ingat, jangan biarkan seorangpun menghinamu. Jangan pernah. Meskipun ia mempunyai alasan yang tepat untuk melakukannya"

Aku sampai membaca nya berulang-ulang. Menurutku, kata-kata itu pas sekali. Bagaiman bisa orang yang tak mengerti tentang diri kita dan hanya tahu tantang sampul depan bisa berpendapat bahkan menghina, itu tidak adil !

Hal manis yang lainnya adalah Kak Indi juga menulis bagaiman sahabat yang bisa di artikan sahabat atau teman yang bisa di katakan teman. Sahabat atau teman adalah seseorang yang menyayangi kita, bahkan pada saat kelebihan kita habis. Sahabat atau teman itu hanya melihat kekurangan kita dan menambalnya. Sahabat atau teman itu adalah dua hal yang harus kita ingat walaupun sampai beberapa tahun ke depan.

Bagian sedikit pahit adalah saat Kak Indi mengisahkan dia mengukur brace, itu membuat ku teringat tentang kenangan ku empat tahun yang lalu saat aku mengukur brace. Waktu awal aku di vonis terkena skoliosi umur ku masih tiga belas tahun, saat itu dokter menyarankan aku segera di operasi mengingat derajat kemiringan ku sudah 47 derajat, tapi ke dua orang tua ku langsung menolak ketika di beri tahu tentang resiko nya yaitu, derajatnya berkurang, lumpuh atau meninggal. Aku masih ingat waktu itu ibuk nangis . "Lak uang iku iso di golek i nduk, tapi lak sampean iku gak iso di golek i."  kata Ibu saat aku bertanya berapa biaya operasi nya. Dokter akhirnya menyarankan jalan lain. Dokter mengatakan kalau aku harus pakai breace, terapi rutin, dan renang. Aku sebenarnya amat sangat benci ketiga hal itu, tapi aku gak ingin lihat ibuk sedih. Waktu pengukuran pembuatan breace aku di suruh pegangan tiang yang ada di atas ku sehingga posisi ku bergelantung lalu pakaian ku di lepas, aku sempat protes karena aku malu, tapi setelah melihat wajah ibuk aku jadi menurut. Badanku di lapisi sesuatu kayak perban tapi putih seperti kapur, tubuhku di belit itu mulai dada sampai pinggang, awalnya dingin sekali yang membelit ku itu tapi tiba-tiba panas. Aku hampir nangis, soalnya dadaku sesak Sekali lagi aku berubah pikiran saat lihat wajah ibuk, ini semua demi ibuk, aku gak pengen lihat ibuk nangis!

Aku merasa bodoh sekali, bagaimana bisa aku tidak menyadari kasih sayang mereka. Kedua orangtua begitu sempurna dengan cara mereka mencintai ku, kakakku walaupun terkesan cuek tapi aku yakin dia juga sangat mencintai ku, seperti aku mencintainya.

Ini adalah bagian manis dan pahit yang ada di novel Karena Cinta Itu Sempurna saat kak Indi nulis ini: 

Aku ingin memberitahu mereka bahwa skoliosis adalah kelainan, bukan penyakit. Jadi mereka tidak perlu repot memikirkan bagaimana cara menyembuhkan ku dan bisa berhenti menyesal.

Aku tidak ingin diberlakukan spesial karena aku adalah seorang Skoliosis. Aku akan menceritakan sedikit kisahku. Pada waktu lebaran keluarga ku punya ritual khusus yaitu mudik, berkumpul di rumah nenek di Kediri. Berhubung kami keluarga besar, rumah nenek cukup besar tapi tak bisa menampung kami semua untuk tidur di dalam kamar. Tapi keluarga besar kami tak pernah mengeluh harus tidur di ruang tamu, mungkin karena kebersamaan yang hangat menghindarkan kami dari rasa dingin. Tapi aku di bedakan. Bude, tante, dan saudara ku sepepu bilang "Kamu tidur di dalam saja sama Mbah Uti, nanti punggung mu sakit,"  Sejak aku terkena skoliosis aku diberlakukan seperti itu. Padahal aku juga ingin seperti mereka, tidur di bawah sambil saling tertawa. Aku benar-benar iri, sangat iri. Mereka tak pernah mendengarkanku kalau aku baik-baik saja, kalau aku gak selemah itu, aku Titis yang kuat ! Setelah aku pikirkan, seharusnya aku berterimakasih kepada mereka, mereka sangat mencintai ku. Mereka rela, nenek rela berbagi tempat tidur dengan ku. Mereka begitu karena perhatian dengan ku, mereka sayang aku. Aku cukup puas dengan pemikiran ku itu.

Satu hal lagi, aku tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah sebagaimana para gadis remaja yang pintar memasak, setrika, dan membantu ibu cuci piring. Aku bukan anak manja. Ke dua orangtua ku tak mengijinkan aku lelah, mereka tau kalau aku melakukan pekerjaan seperti setika, mencuci piring, dan memasak punggung ku sakit, aku tak melebih-lebihkan tapi itu memang terjadi. Tapi mereka tak tahu, bahwa aku juga ingin menjadi perempuan sebagaimana perempuan, aku ingin membantu ibuk! Dan lagi-lagi aku berpikir, mereka sangat mencintaiku sangat, itu karena mereka mencintai ku.

Begitu banyak cinta yang aku miliki dari orang di sekitar ku, cinta yang tulus, dan sederhana namun istimewa. Aku ingin menjaganya karena mereka nyawaku, cinta. 

Kembali ke Kak Indi lagi. Aku pengen ngomong ke Kak Indi, aku baca novel kakak seperti memakan coklat. Aku memakan coklat selalu ingin terus makan tapi tak ingin coklat itu habis. Seperti coklat, saat aku baca buku Kak Indi setiap halamannya aku ingin membuka halaman selanjutnya tapi aku gak ingin halaman itu habis lalu cerita berakhir. Novel Kak Indi itu seperti 'Pie Eitch' dan coklat, banar-benar manis tapi bukan manis yang membuat muntah. 

I'm a big fan of you

Terus berkarya kak, buktikan bahwa kita skolioser hanya berbeda karena tidak boleh berlari dan melompat

Senin, 02 Januari 2012

Jatuh Cinta Diam-Diam


Orang yang jatuh diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian 

(Marmut merah jambu, Radityadika)

Bicara soal jatuh cinta diam-diam, ada sebuah kisah tentang gadis yang selalu jatuh cinta diam-diam. Bukan karena di tolak, tetapi karena ia selalu menjadi pengecut. Bukan satu hal itu saja, pada suatu kisah cinta diam-diamnya ia kurang peka, ketika orang itu sudah benar-benar pergi, gadis itu baru sadar bahwa sebenarnya ia sudah mendapatkannya sebelum ia benar-benar berusaha.

Pada suatu ketika ia memperhatikan seseorang. Perlahan-lahan memperhatikan itu menjadi kebutuhan untuk gadis itu. Sebut saja gadis itu, Angin dan seseorang yang di perhatikan Angin bernama Langit. Angin tidak memiliki alasan yang pasti bagaimana ia bisa memiliki kebutuhan untuk memperhatikan Langit. Tapi Angin punya satu alasan, senyum Langit dengan matanya yang menghilang itu, menjadi senyum favorit Angin. Cara ngomong Langit yang asal-asalan itu menjadi cara ngomong favorit Angin... Dan cara Langit berlari menjadi cara berlari paling mengagumkan yang pernah Angin tau.

Angin tau kalau apa yang dilakukannya sekarang berlebihan, sebenarnya awal dari semua ini adalah kebencian Angin pada diri Langit. Dari benci itu Angin mulai memperhatikan Langit, bagaimana sikap Langit.. tentu saja Angin memperhatikan Langit untuk menambah alasan agar langit memang patut dibenci. Tapi tidak disadari oleh Angin bahwa ada satu hal di diri Langit yang terlihat sangat mempesona ketika ia memperhatikan Langit. Berlahan tapi pasti hal mempesona itu memikat Angin untuk terus berada di belakang Langit, memperhatikan langit dari belakang dalam jarak yang jauh...

Ketika pagi hari, hal pertama yang dilakukan Angin adalah memastikan bahwa Langit ada dalam jangkauannya, bahwa langit baik-baik saja :) . Seakan mempunyai otak sendiri, mata Angin bisa beergerak sendiri mencari keberdaan Langit sebelum Angin benar-benar sadar.

Angin hobi memotret, mengabadikan Langit dalam selembar kertas. Angin memastikan bahwa ia akan terus ingat tentang Langit, karena ia tau waktu mereka tak banyak untuk terus saling melihat. 

Angin selalu melihat tangan itu, tangan yang menolongnya ketika ia terpeleset, lalu secepat tangan itu datang menolong, begitu cepat pula ia pergi... tapi Langit bisa menyimpan ingatan itu bagaimana tangan itu menyentuh tangan Angin, bagaiman raut wajah cemasnya, dan bagaimana Langit tertawa kecil melihat betapa bodohnya keseimbangan Angin yang mudah jatuh.

Angin mengingat senyum yang baik-baik saja yang terukir begitu terpaksa ketika ia mulai sakit :) tapi terlihat sangat manis, seperti biasa. 

Angin juga ikut tersenyum ketika langi tersenyum bukan untuknya. Banyak hal yang Angin suka, ketika melihatnya dari belakang atau dari depan, tetapi hal itu perlahan pergi...

Angin selalu memasang wajah datar dan tidak tertrik tentang hal-hal yang berhubungan tentang Langit. banyak hal sederhana menjadi istimewa, tetapi Angin selalu tak mengharapkan yang istimewa. Angin hanya mengaharapkan ucapan 'Selamat ulang tahun' dari Langit :) .

Kisah ini belum sepenuhnya selesai dan tidak tau kapan berakhirnya... tapi Angin sudah bisa meraba akhirnya, yaitu mereka berdua akan sama-sama jatuh cinta lagi dengan orang yang berbeda. Angin masih menikmati cara ia memperhatikan semua hal-hal favorit yang bersumber pada satu orang :) .

Seperti dua kapal yang berpapasan sewaktu badai, kita telah bersilang jalan satu sama lain; tapi kita tidak membuat sinyal, kita tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk dikatakan

(Oscar Wilde)

With Love, TisKusuma

Sabtu, 13 Agustus 2011

Beruang Coklat 'Pie Eitch'!

Hai-hai...
Mungkin ini catatan terakhir ku dalam bulan ini. Soalnya aku mesti puasa blog dulu buat konsentrasi ke pelajaran. Kali ini aku mau cerita tentang beruang coklat yang aku pajang di catatan ku  kemarin. Ini dia gambarnya :



Minggu, 19 Juni 2011

Cinta, Harapan, dan Kemenangan (Aku dan NJOMBAD)




Halo!


Aku kembali lagi dengan Catatan Kecil. Setelah kemarin ber-galau-galau ria, sekarang aku berusaha buat bikin catatan yang nggak galau lagi. Oke, sebenarnya catatan ini aku tulis kemarin, tapi berhubung aku sampai rumah jam 23.00 WIB, dan aku capek, jadi aku tulis sekarang sambil mengingat-ingat lagi apa yang aku alami kemarin. Untungnya ada kepingan ingatan rasa dan asa yang masih berkumpul di otak ku. Aku menyimpulkan tiga hal yang aku alami kemarin, yaitu: Cinta, Harapan, dan Kemenangan. Aku mau membahas satu-satu, jangan kelewatan ya!

Senin, 13 Juni 2011

Akibat Seharian Di Rumah



Ok, pertama-tama aku pengen say Halo dulu.

Halo!


Kedua aku pengen memberi peringatan, bahwa catatan yang saya tulis kali ini benar-benar tidak penting. So, kalian yang gak pengen waktu kalian terbuang sia-sia, cepat menyingkir ! Tapi yang masih mau baca, Silahkan, terimakasih, dan selamat mati kebosanan baca catatan ku ini.

Sabtu, 11 Juni 2011

Sial !



Hai !


Aku mau cerita sedikit tentang kemarin, hari sial ku. Sebenarnya kemarin itu memang aku yang salah. Bukan mau cerita saja tetapi aku nulis catatan ini untuk minta maaf sama seseorang. Kesialan ku sebenarnya berawal pada hari Jumat tanggal 10-06-2011. Ok, sekarang aku akan flashback ke dua hari yang lalu.

Kamis, 09 Juni 2011

A.A.D.F


Halo ! 
Pertama-tama sebelum aku membahas inti dari catatan ku kali ini, aku ingin membahas dulu tentang judul dari catatan ku ini. A.A.D.F itu sebenarnya singkatan dari ADA APA DENGAN FULLO?
Fullo adalah sesuatu yang berkeliaran di otak ku satu bulan ini.

Rabu, 01 Juni 2011

Speak Up!


Kali ini aku mau sharing tentang kegiatan yang aku lakukan dua minggu yang lalu. Ini awal ceritanya. Aku lupa tanggal berapa, pokoknya waktu itu hari Sabtu. Aku lihat Sari sama Neni sedang bicara berduan dan itu serius banget. Aku yang lihat Sari lesu setelah pembicaraannya dengan Nenii jadi tergelitik untuk bertanya ke Sari. Sari menceritakan masalahnya, katanya "Aku bingung Tis, hari Senin besok aku harus presentasi ke SMK 10, sedangkan Nova yang jadi temenku presentasi gak bisa ikut. Aku tadi ke Neni buat tanya kesediannya nemenin aku presentasi gantikan Nova, tapi Neni mau lomba KIR, jadi dia gak bisa." Sari cerita dengan wajah sedih. "Kalau aku bisa bantu, pasti aku bantu."  kataku tanpa berpikir panjang ke Sari. Alhasil dengan wajah semangat Sari langsung mengangguk dan mendorongku untuk jadi partner-nya presentasi.

Setelah babibu yang cukup panjang, Sari memberitahuku tentang materi presentasi kami. Materinya tentang HIV/AIDS. Waow, aku terkejut tentang materi yang akan aku bawakan. Aku membawakan submateri  setelah Sari, submateri yang akan ku bawakan adalah Kesehatan Reproduksi Remaja. Kalau Kesehatan Reproduksi Remaja, aku sudah tau lebih banyak sedikit dari pelajaran Biologi yang kebetulan kelas sebelas semester dua barusan di bahas, tapi kalau tentang HIV/AIDS aku gak tau banyak, ibarat buku aku cuma tau sampulnya aja. 

Aku cukup berusaha untuk tau lebih tentang HIV/AIDS, mulai searching di Mbah Google, baca buku pelajaran Biologi, hafalan materi di powerpoint yang di buat presentasi, dan usahaku yang terakhir adalah baca bukunya Sari SPEAK UP STOP AIDS NOW!. Pokoknya aku gak boleh nervous, batinku berkali-kali.

Di Hari Senin, sebelum di jemput untuk ke SMK 10 aku dan Sari menyiapkan hadiah kecil untuk teman-teman SMK 10, jangan di nilai dari harganya ya. hehehehe. Aku sama Sari yang gak bisa bungkus kado nekat buntel kado, walau hasilnya gak karu-karuan kami tetep puas sama kado kecil kami.

Jam 8.00 dua mbak baik hati mengantar kami ke SMK 10, dua mbak cantik ini juga bantu kami buat presentasi. Sampai di Smk 10, kami di sambut dua teman Task Force dari SMK 10. Ini dia teman-teman SMK 10 yang mengikuti presentasi.







Aku berterimakasih sekali sama teman-teman dari SMK 10 yang dengan setia mendengarkan penjelasan/presentasiku yang abal-abal hahahahaa... Karena teman-teman dari SMK 10 dan kesetian mereka, aku yang nervous setengah mati jadi hilang nervous-nya, entah kenapa nervous ku jadi meluap entah kemana.
Ini aku saat presentasi dan menjawab pertanyaan dari teman-teman SMK 10.



Benar-benar pengalaman baru buatku. Senang rasanya bisa berbagi dan bertukar pikiran dengan orang lain. Ok, setelah ini aku akan menampilkan foto partner ku tersayang yang membuat aku terjebak dalam pengalama baru yang menyenangkan.hehehe



Well, ternyata asyik juga ya. Hal yang semula bikin panik karena baru melakukan pertama kali apalagi dengan sesuatu yang cuma tau sampulnya aja. Sekarang ada kemajuan, aku gak cuma tau sampulnya saja tetapi mulai tau bab pendahuluannya. Dalam hal positif jangan pernah ngomong GAK BISA sebelum mencoba. 

Bagi Facebooker yang sedang baca blog ku AYO mari bergabung di Kota Malang Stop AIDS. Langsung ketik saja di kotak pencarian Facebook Kota Malang Stop AIDS, disana kita bisa saling sharing. Aku jadi punya YelYel baru 'JAUHI VIRUSNYA DEKATI ORANGNYA'

Terlepas dari kegiatan presentasi kami di ajak berkeliling SMK 10. Aku sempat berfoto-foto ria, gara-gara 'Pie Eitch' aku jadi punya hobi berfoto-foto ria. hahahaha. Yuk lihat hasil jepretan ku yang jauh dari bagus/gak pantas di pandang. 




Di atas itu tepat setelah presentasi





 Jepretan GeiJei Ku LOL

Well, segitu saja kegiatan ku yang spesial untuk dua minggu terakhir ini. Rasanya gak menyesal gak lihat 'Pie Eitch' sehari karena  kegiatan presentasi itu, sebab melalui presentasi itu aku bisa bertukar pikiran dan mendapat teman-teman baru.

With Love, TisKusuma

Sabtu, 28 Mei 2011

'Pie Eitch' = Mesin Tawa Coklat





'Pie Eitch' dua kata itu selalu bisa membuat ku tertawa bahkan hanya dengan menyebutkan namanya. 'Pie Eitch' sebutan untuk salah satu dari teman ku, aku bingung dia pantas atau tidak di sebut teman, bukan karena dia jahat lalu tidak pantas di sebut teman, tetapi karena 'Pie Eitch' itu terlalu baik dengan orang lain. . 'Pie Eitch' selalu bisa membuat orang lain tertawa karena di saat dia tertawa orang lain akan ikut tertawa, melihat ketulusannya untuk menghibur orang lain. Sadar atau tidak sebenarnya 'Pie Eitch' memberikan warna yang berbeda untuk ku. Melihat cara dia tertawa yang tidak berlebihan, seperti memakan coklat manis yang sangat lezat. Benar sekali, 'Pie Eitch' itu seperti coklat, dia selalu begitu manis tetapi tak pernah manis yang berlebihan lalu membuat ku muntah. 'Pie Eitch' itu pintar sekali menempatkan diri, walaupun aku tidak dekat dengannya tetapi aku tau seperti apa dia, bukannya aku sok tau. 'Pie Eitch' itu seperti buku yang terbuka, sikapnya mudah di tebak dan seperti yang ada di buku dia membuat orang lain menjadi pintar menghadapi masalah karena sikap 'Pie Eitch'.


Ada satu yang aku bingungkan dari 'Pie Eitch'. 'Pie Eitch' yang mudah sekali mengganti suasana hati dan ekspresi. Saat dia menang dan temannya kalah, dalam apapun itu, ia selalu ikut bersedih tetapi saat teman yang kalah itu pergi lalu ada satu teman lagi yang datang memberi selamat atas kemenangan 'Pie Eitch', maka 'Pie Eitch' akan langsung tersenyum ramah. Dia begitu pintar, pintar sekali merubah raut wajahnya. Mungkin 'Pie Eitch' terlalu menghargai perasaan orang lain yang mudah pecah, menempatkan perasaan orang lain di tempat yang paling terlindungi dan membiarkan perasaannya berada paling luar. Aku sedikit tidak suka dengan tingkahnya yang mengabaika perasaannya. Hai 'Pie Eitch', pernahkah kamu berpikir? Bahwa hal yang kamu lakukan (mendahulukan perasaan orang lain) membuat orang yang mengasihimu (orang yang lebih mementingkan perasaanmu seperti para sahabatmu) sedih? Tentu saja teman-teman mu termasuk aku, akan sangat sedih melihat mu tidak tertawa seperti coklat lagi. Sepintar-pintarnya kamu menyembunyikan apa yang kamu rasakan rapat-rapat dengan perlahan pasti akhirnya sesuatu itu juga akan memberontak keluar.

'Pie Eitch' bisa membuat kelas yang sepi menjadi begitu gaduh karena caranya menghibur teman-teman. Tau tidak 'Pie Eitch'? Setiap aku naik sepeda motor ke sekolah, aku selalu berpikir "Masalah apalagi yang dia perbuat hari ini?" Ada yang bilang kalau tidak masuk sekolah atau dispen membuat siswa sekolah senang. Siapa bilang? Aku kecewa, kalau aku sakit atau tidak bisa masuk sekolah.Aku kecewa karena kalau aku tidak masuk sekolah itu tandanya aku tidak bisa melihat tawa coklat mu, 'Pie Eitch'.

Satu pengakuan yang ingin aku katakan untuk 'Pie Eitch'  "Aku sangat menyukaimu". Hal yang perlu di tekankan disini, aku tidak menyukai 'Pie Eitch' seperti perasaan perempuan untuk laki-laki, tetapi aku menyukai 'Pie Eitch'  melalui cara dia bersembunyi di balik tawa coklatnya. Menyukai caranya memberi energi untuk orang lain seperti coklat, manis dan meledak karena tidak bosan.

Oh ya, 'Pie Eitch'! Aku dan Bibi memberi panggilan kamu 'Pie Eitch' tapi aku sendiri lupa apa artinya. Aku dan Bibi (teman sebangku ku) juga punya lagu untuk kamu. Ini syairnya:
"Semakin hari semakin tinggi. Semakin tinggi semakin cerah. Semakin tinggi semakin terang."
Seperti arti namamu aku dan Bibi juga tidak tau apa arti dari lagu itu.

Dan satu rahasia kecilku 'Pie Eitch', kamu, tawa coklatmu adalah objek foto ku satu tahun ini. Satu lagi rahasia kecilku untuk 'Pie Eitch' "'Pie Eitch', kamu tidak perlu menjaga perasaan orang lain lagi agar tidak terluka. Bersedihlah ketika kamu ingin bersedih, karena itu normal. Jangan tertawa untuk menghibur tetapi sebenarnya kamu sangat terluka. Semakin kamu menyakiti dirimu sendiri (pura-pura tersenyum) akan membuat orang yang merindukan tawa coklat tulusmu membencimu, karena kamu membuat mereka merasa sakit yang teramat sakit melihat mu terus bersembunyi di tawa coklat mu.


With Love, TisKusuma
Titis Kusuma